Langsung ke konten utama

CBIS, DSS, dan Expert System yang Memudahkan Keseharian Kita

 

CBIS, DSS, dan Expert System yang Memudahkan Keseharian Kita

Pengunaan computer sepertinya tidak bisa disepelekan lagi karena di era globalisasi ini semua orang, saya, dosen, maupun anak kecil pun memakai teknologi ‘komputer’. Selain dipakai sebagai media hiburan, komputer juga dipakai sebagai alat untuk memudahkan pekerjaan manusia. Dalam hal ini, akan dibahas mengenai apa itu CBIS, DSS, dan Expert System atau Sistem Pakar yang dapat membantu menyelesaikan pekerjaan kita sebagai manusia.

Apa itu CBIS?

Computer-based Information System (CBIS) atau yang dalam Bahasa Indonesia disebut juga Sistem Informasi Berbasis Komputer merupakan sistem pengolah data menjadi sebuah informasi  yang berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu pengambilan keputusan (Wahyono, 2003). CBIS dipakai dalam pengolahan manajemen karena untuk membantu manajemen dalam mengkoordinasi subunit dari organisasi dan mengarahkan bagian-bagian tersebut untuk mencapai tujuan perusahaan dan manfaat utama dari perkembangan sistem informasi bagi sistem pengendalian manajemen (Kompas, 2016). Selain itu, CBIS juga membawa beberapa manfaat diantaranya, yaitu:

1. penghematan waktu (time saving)

Seperti yang telah saya katakana sebelumnya bahwa fungsi komputer adalah memudahkan pekerjaan manusia sehingga pekerjaan manusia akan lebih cepat selesai dalam waktu yang singkat.

2. penghematan biaya (cost saving)

Mungkin Anda akan sedikit mengeluh membeli atau tools yang terdapat CBIS didalamnya tetapi menurut saya itu akan worth it karena aplikasi yang Anda gunakan akan dipakai  dan berguna seumur hidup sehingga mengeluarkan modal di awal tidak apa-apa lah ya sekali-kali.

3. peningkatan efektivitas (effectiveness)

Yap, dengan CBIS maka pekerjaan Anda akan cepat selesai. Baik, secara waktu, tenaga, maupun biaya.

Lalu, lanjut ke pembahasan DSS yang tidak kalah menarik dari sebelumnya.

DSS atau nama lengkapnya Decision Support System  merupakan suatu sistem yang menyediakan fasilitas untuk melakukan suatu analisis sehingga setiap proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh para pelaku bisnis  akan  lebih berkualitas  dengan  melihat  keadaan  bisnis  yang  sedang berjalan  dan data-data dari luar perusahaan serta data-data privat dari pengambil keputusan (Salivan).

Terdapat dua alasan penting mengapa DSS banyak dipakai oleh manajemen, yaitu:

1. Keputusan untuk membangun sistem informasi yang dapat memenuhi kebutuhan manajemen tingkat atas

Dengan hanya mengandalkan sistem informasi manajemen tanpa bantuan sistem pendukungnya, sulit bagi manajemen terutama di tingkat atas untuk mengambil keputusan yang strategis. Hal ini disebabkan karena umumnya pengambilan keputusan yang strategis tersebut lebih bersifat kebijakan dengan dampak luas dan/atau pada situasi yang tidak terstruktur. 

2. Kebutuhan untuk menciptakan pelaporan dan proses pengambilan keputusan yang memiliki arti (makna)

Manajemen di sini di dorong untuk bagaimana mengembangkan pelaporan yang lebih baik lagi untuk pengukuran kinerja aktivitas yang dilaksanakannya dan menginformasikan berbagai tipe pengambilan keputusan yang baru. Dengan bantuan sistem pendukung yang disiapkan, maka hal ini akan lebih memungkinkan manajemen untuk mendapatkan pelaporan dan proses pengambilan keputusan yang lebih baik lagi (Saliman).

Lalu, apa tujuan dari DSS sendiri?

1. Membantu manajer membuat keputusan untuk memecahkan masalah semi – terstruktur.

2. Mendukung penilaian manajer bukan mencoba menggantikannya.

3. Meningkatkan efektifitas pengambilan keputusan manajer daripada efisiensinya.

Selain itu, terdapat beberapa alasan mengapa DSS digunakan dalam suatu perusahaan, yaitu:

Beberapa alasan DSS digunakan dalam suatu perusahaan:

1. Perusahaan beroperasi pada ekonomi yang tidak stabil.

2. Perusahaan dihadapkan pada kompetisi dalam dan luar negeri yang meningkat.

3. Perusahaan menghadapi peningkatan kesulitan dalam hal melacak jumlah operasi-operasi bisnis.

4.     Sistem komputer perusahaan tidak mendukung peningkatan tujuan perusahaan dalam hal efisiensi, profitabilitas dan mencari jalan masuk di pasar yang benar-benar menguntungkan.

Jadi, tidak heran mengapa DSS banyak dipakai dalam suatu perusahaan ya?

Lanjut ke pembahasan selanjutnya, yaitu sistem pakar. Sebelum membahas lebih jauh mari kita diskusi terlebih dahulu. Jika Anda pergi ke rumah sakit, Apakah Anda pernah melihat mesin diagnose penyakit? Jadi, nanti diberikan gejala-gejala dan Anda diharuskan memilih gejala-gejala mana saja yang cocok dengan penyakit Anda. Setelah itu, mesin tersebut akan memproses data kemudian jawaban akan muncul sebagai diagnosa akan penyakit Anda.

Nah, mesin tersebut menggunakan penerapan dari Expert System. Lalu, apa itu Expert System?

Expert System atau Sistem Pakar merupakan sistem informasi yang berisi pengetahuan seorang pakar sehingga dapat digunakan untuk konsultasi.


Berdasarkan pada gambar tersebut, jelas bahwa tujuan Sistem Pakar adalah mentransfer kepakaran seorang pakar ke komputer, kemudian melanjutkannya dari komputer ke orang lain (Binus, 2019). Selain itu, penggunaan expert system juga digunakan pada Microsoft Excel lho! Tahu kan rumus IF, AND, dan THEN? Nah, rumus tersebut juga menggunakan teori terapan dari expert system loh! 

Jadi, sangat memudahkan manusia bukan?

Daftar Pustaka

1.     Wahyono, Teguh. 2003. Computer Based Information System (CBIS). Ilmu Komputer.

2.     https://www.kompasiana.com/diahretnowsr/570cec9f317a61c0083b0143/tau-gak-sih-cbis-itu-apa#, diakses pada 25 Oktober 2020 pukul 01.30 WIB.

3.     https://www.dictio.id/t/apa-yang-dimaksud-dengan-sistem-pendukung-keputusan-atau-decision-support-system/15153, diakses pada 25 Oktober 2020 pukul 01.40 WIB.

4.     Saliman. Mengenal Decision Support System (DSS). Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

5.     https://student-activity.binus.ac.id/himsisfo/2017/03/decision-support-system-dss/, diakses pada 25 Oktober 2020 pukul 02.10 WIB.

6.     Dahria, Muhammad. 2011. Pengembangan Sistem Pakar dalam Membangun Suatu Aplikasi. Jurnal Saintikom. Volume 10, No.3.

7.     https://binus.ac.id/bandung/2019/11/sistem-pakar-pada-era-industri-4-0/, diakses pada 25 Oktober 2020 pukul 02.45 WIB.

8.     https://sis.binus.ac.id/2018/04/26/expert-system/, diakses pada 25 Oktober 2020 pukul 03.10 WIB.

 

 

Komentar