Langsung ke konten utama

Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam Kesusastraan

TUGAS MAKALAH ILMU BUDAYA DASAR
MENGENAI KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN
SITI PUJIANTI, M.HUM
ANNISAA NUR EKAPUTRI
10517862
1PA03
UNIVERSITAS GUNADARMA
JALAN MARGONDA RAYA 100, DEPOK

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..................................................................... i
DAFTAR ISI.................................................................................. ii
BAB 1 PENDAHULUAN.............................................................. 1
A.    Latar Belakang....................................................................... 1
B.     Rumusan Masalah.................................................................. 2
C.     Tujuan.................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN................................................................ 3
A.    Hakikat dari Konsepsi IBD dengan Kesusastraan.................. 3
B.     Keterkaitan antara Kesusastraan dengan Prosa..................... 9
C.     Nilai yang termasuk Prosa Fiksi.......................................... 14
D.     Contoh IBD yang termasuk kedalam Fiksi......................... 15
BAB III PENUTUP...................................................................... 16
A.    Kesimpulan........................................................................... 16
DAFTAR PUSTAKA................................................................... 17

 BAB I
PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG
Ilmu budaya dasar adalah suatu ilmu yang mempelajari dasar-dasar dan pengertian tentang konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah kebudayaan. Mengkaji dalam artian disini adalah belajar, menyelidi, atau menguji masalah-masalah terkait kebudayaan. Kebudayaan juga berasal dari kata budaya. Budi, yang berarti akal atau pikiran, sedangkan daya berarti perilaku atau tingkah laku manusia. Jadi, yang dinamakan kebudayaan adalah kita mempelajari tentang seluk-beluk tingkah laku, akal, atau moral manusia dalam keseluruhan. Hal ini juga berkaitan dengan ilmu kebudayaan sendiri yang mempelajari kedua hal tersebut, yaitu akal dan perilaku pada manusia. Ilmu kebudayaan inilah yang akhirnya berkembang didalam suku bangsa Indonesia menjadi timbulnya peraturan-peraturan baru. Mulai dari peraturan  lama, peraturan baru, atau pun peraturan dari nenek moyang semuanya pun ada karena adanya kelompok tertentu yang masih mempertahakan peraturan tersebut. Peraturan-peraturan tersebut kemudian berubah menjadi adat. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, adat adalah aturan (perbuatan dan sebagainya) yang lazim diturut atau dilakukan sejak dahulu kala. Nah, maka dari situlah timbulnya Budaya. Timbulnya budaya ini juga merupakan proses lama, dari zaman nenek moyang sampai pada zaman modern ini. Pada zaman modern ini, sistem budaya telah banyak mengalami pergeseran-pergeseran nilai-nilai dari yang sebenarnya. Melalui ilmu Budaya Dasar dalam Kesustraan, Pendekatan kesusastraan yang dihubungkan dengan prosa, nilai-nilai dalam prosa fiksi, dan Ilmu Budaya Dasar yang dihubungkan dengan fiksi diharapkan mahasiswa dapat lebih memahami dan dapat menyelesaikan permasalahan yang ada.

1.2  RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian tersebut, dapat diuraikan sebagai berikut :
1)    Apa hakikat dari konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam Kesustraan ?
2)    Bagaimana keterkaitan antara Kesusastraan dengan Prosa ?
3)    Nilai apa saja yang termasuk dalam Prosa Fiksi ?
4)    Contoh Ilmu Budaya Dasar apa saja yang termasuk kedalam Fiksi ?

1.3  TUJUAN PENULISAN
Berdasarkan rumusan masalah di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa tujuan penulisan sebagai berikut :
1.     Mahasiswa dapat memahami konsep Ilmu Budaya Dasar.
2.     Mahasiswa dapat mengetahui keterkaitan antara Kesusastraan dengan Prosa.
3.     Mahasiswa dapat mencontoh nilai-nilai baik yang terdapat didalam Prosa Puisi.
4.     Mahasiswa dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang terdapat dalam kebudayaan.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1  HAKIKAT DARI KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DENGAN KESUSASTRAAN
Pengertian Imu Budaya
Ilmu Budaya Dasar secara sederhana adalah pengetahuan yang diharapkan mampu memberikan pengetahuan dasar dan umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah manusia dan kebudayaan . Suatu karya dapat saja mengungkapkan lebih dari satu masalah, sehingga ilmu budaya dasar bukan ilmu sastra, ilmu filsafat ataupun ilmu tari yang terdapat dalam pengetahuan budaya, tetapi ilmu budaya dasar menggunakan karya yang terdapat dalam pengetahuan budaya untuk mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya (homo humanus). Sedangkan ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep.
Ilmu Budaya dasar mengajarkan pembelajaran mengenai konsep-konsep kehidupan dan budaya manusia, sedangkan kesusastraan adalah penguraian atas konflik yang digunakan untuk mencapai suatu hasil yang dikatakan bahwa keindahan atau nilai estetis suatu cipta sastra timbul karena adanya keserasian, kesepadanan, atau keharmonisan antara isi. Jadi intinya kesusastraan membuat pencerahan atas konflik mengenai konsep-konsep kehidupan dan budaya manusia dengan membawa nilai estetis yang baik dan menimbulkan keserasian bersama.Namun  Ilmu Budaya Dasar (yang dahulu di sebut sebagai Basic Humanities) berasal dari bahasa latin yang di sebut dengan “humanus”, yang memiliki arti manusiawi, berbudaya, dan halus. Pada umumnya, humanities mencakup filsafat, teologi, seni, dan cabang-cabangnya (sejarah, sastra, dll), maka dari itu humanities menjadi ilmu kemanusiaan dan kebudayaan
Pengertian Kesusantraan
Secara etimologi (menurut asal-usul kata) kesusastraan berarti karangan yang indah. “sastra” (dari bahasa Sansekerta) artinya : tulisan, karangan. Akan tetapi sekarang pengertian “Kesusastraan” berkembang melebihi pengertian etimologi tersebut. Kata “Indah” amat luas maknanya. Tidak saja menjangkau pengertian-pengertian lahiriah tapi terutama adalah pengertian-pengertian yang bersifat rohaniah. Misalnya, bukankah pada wajah yang jelak orang masih bisa menemukan hal-hal yang indah.
Sebuah ciptasastra bersumber dari kenyataan-kenyataan yang hidup di dalam masyarakat (realitas-objektif). Akan tetapi ciptasastra bukanlah hanya pengungkapan realitas objektif itu saja. Di dalamnya diungkapkan pula nilai-nilai yang lebih tinggi dan lebih agung dari sekedar realitas objektif. Ciptasastra bukanlah semata tiruan daripada alam (imitation of nature) atau tiruan daripada hidup (imitation of life) akan tetapi ia merupakan penafsiran-penafsiran tentang alam dan kehidupan itu (interpretation of life).  Sebuah ciptasastra mengungkapkan tentang masalah-masalah manusia dan kemanusian. Tentang makna hidup dan kehidupan. Ia melukiskan penderitaan-penderitaan manusia, perjuangannya, kasih sayang dan kebencian, nafsu dan segala yang dialami manusia. Dengan ciptasastra pengarang mau menampilkan nilai-nilai yang lebih tinggi dan lebih agung. Mau menafsirkan tentang makna hidup dan hakekat kehidupan.
Semuanya diungkapkan melalui bahasa sebagai media. Dengan demikian di dalam kesustraan ada beberapa faktor yang menjadi bahan pertimbangan. Yaitu faktor-faktor : Persoalan yang diungkapkan, keindahan pengungkapan dan faktor bahasa ataukata. Dalam kesusastraan Indonesia, yang dimaksudkan adalah pengungkapan persoalan-persoalan dan nilai-nilai tentang hidup (manusia dan kemanusiaan), terutama persoalan-persoalan dan nilai-nilai lain yang berhubungan dengan bangsa Indonesia serta diungkapkan dengan menggunakan Bahasa Indonesia sebagai media.
Bentuk-bentuk Kesusastraan
Ada beberapa bentuk kesusastraan :
1.     Puisi
2.     Cerita Rekaan (fiksi)
3.     Essay dan Kritik
4.     Drama
Hubungan Konsep Ilmu Budaya Dasar Dalam Kesusastraan
Konsepsi ilmu budaya dasar didalam kesusastraan memegang peranan penting karena seni ini adalah cerminan dari nilai-nilai budaya yang terkandung di dalam masyarakat sejak lama, seni juga membuat orang yang ingin mengutarakan pendapat atupun gagasannya menjadi mudah untuk berkomunikasi.
IBD dalam kesusastraan dapat diartikan dalam bentuk prosa, cerita, hikayat,  dan novel. Bentuk kesusastraan tersebut dapat memberikan pengaruh positif kepada masyarakat karena dapat memberikan wawasan tambahan, kesenangan, dan melestarikan budaya Indonesia.
Di zaman sekarang, sastra sudah menjadi karya seni yang begitu banyak digunakan orang sebagai media penyaluran ekpresi mereka. contohnya antara lain : Novel, Cerita/cerpen (tertulis/lisan), Syair, Pantun, Sandiwara/drama, Lukisan/kaligrafi, dan lain-lain. Selain penyalur bakat dan ekpresi seni seorang manusia, sastra juga berfungsi sebagai suatu teknik berkomunikasi antara manusia yang satu dengan manusia yang lain. seperti tradisi budaya Betawi yang mewajibkan untuk berpantun sebagai kata sambutan antar mempelai disaat mereka menikah.
Hubungan sastra dan seni dengan ilmu budaya dasar adalah sama-sama memiliki objek yang sama yaitu manusia. sama-sama mempelajari hubungan antar manusia melalui suatu komunikasi yang beraneka ragam macamnya. dan bayangkan jika manusia hidup tanpa seni. jika manusia hidup tanpa bisa menyalurkan ekspresi mereka. Jika manusia tidak bisa berkomunikasi dengan manusia lainnya. maka akan menggangu kejiwaan atau psikologis manusia tersebut.
Jadi dapat disimpulkan bahwa konsepsi ilmu budaya dasar dalam kesusastraan adalah pengertian Ilmu Budaya Dasar (IBD) yang khusus dibahas dari segi kesusatraan, yaitu dari jenis tulisaan yang memiliki arti atau keindahan tertentu.
Contoh Dongeng
Danau Toba
Di Sumatera Utara terdapat danau yang sangat besar dan ditengah-tengah danau tersebut terdapat sebuah pulau. Danau itu bernama Danau Toba sedangkan pulau ditengahnya dinamakan Pulau Samosir. Konon danau tersebut berasal dari kutukan dewa.
Di sebuah desa di wilayah Sumatera, hidup seorang petani. Ia seorang petani yang rajin bekerja walaupun lahan pertaniannya tidak luas. Ia bisa mencukupi kebutuhannya dari hasil kerjanya yang tidak kenal lelah. Sebenarnya usianya sudah cukup untuk menikah, tetapi ia tetap memilih hidup sendirian. Di suatu pagi hari yang cerah, petani itu memancing ikan di sungai.
“Mudah-mudahan hari ini aku mendapat ikan yang besar,” gumam petani tersebut dalam hati.
Beberapa saat setelah kailnya dilemparkan, kailnya terlihat bergoyang-goyang. Ia segera menarik kailnya. Petani itu bersorak kegirangan setelah mendapat seekor ikan cukup besar.
Ia takjub melihat warna sisik ikan yang indah. Sisik ikan itu berwarna kuning emas kemerah-merahan. Kedua matanya bulat dan menonjol memancarkan kilatan yang menakjubkan.
 “Tunggu, aku jangan dimakan! Aku akan bersedia menemanimu jika kau tidak jadi memakanku.” Petani tersebut terkejut mendengar suara dari ikan itu.
Karena keterkejutannya, ikan yang ditangkapnya terjatuh ke tanah. Kemudian tidak berapa lama, ikan itu berubah wujud menjadi seorang gadis yang cantik jelita. “Bermimpikah aku?,” gumam petani.
“Jangan takut pak, aku juga manusia seperti engkau. Aku sangat berhutang budi padamu karena telah menyelamatkanku dari kutukan Dewata,” kata gadis itu. “Namaku Puteri, aku tidak keberatan untuk menjadi istrimu,” kata gadis itu seolah mendesak. Petani itupun mengangguk. Maka jadilah mereka sebagai suami istri. Namun, ada satu janji yang telah disepakati, yaitu mereka tidak boleh menceritakan bahwa asal-usul Puteri dari seekor ikan. Jika janji itu dilanggar maka akan terjadi petaka dahsyat.
Setelah sampai di desanya, gemparlah penduduk desa melihat gadis cantik jelita bersama petani tersebut.
“Dia mungkin bidadari yang turun dari langit,” gumam mereka.
Petani merasa sangat bahagia dan tenteram. Sebagai suami yang baik, ia terus bekerja untuk mencari nafkah dengan mengolah sawah dan ladangnya dengan tekun dan ulet. Karena ketekunan dan keuletannya, petani itu hidup tanpa kekurangan dalam hidupnya. Banyak orang iri, dan mereka menyebarkan sangkaan buruk yang dapat menjatuhkan keberhasilan usaha petani.
“Aku tahu Petani itu pasti memelihara makhluk halus! ” kata seseorang kepada temannya. Hal itu sampai ke telinga Petani dan Puteri. Namun mereka tidak merasa tersinggung, bahkan semakin rajin bekerja.
Setahun kemudian, kebahagiaan Petani dan istri bertambah, karena istri Petani melahirkan seorang bayi laki-laki. Ia diberi nama Putera. Kebahagiaan mereka tidak membuat mereka lupa diri. Putera tumbuh menjadi seorang anak yang sehat dan kuat. Ia menjadi anak manis tetapi agak nakal. Ia mempunyai satu kebiasaan yang membuat heran kedua orang tuanya, yaitu selalu merasa lapar. Makanan yang seharusnya dimakan bertiga dapat dimakannya sendiri.
Lama kelamaan, Putera selalu membuat jengkel ayahnya. Jika disuruh membantu pekerjaan orang tua, ia selalu menolak. Istri Petani selalu mengingatkan Petani agar bersabar atas ulah anak mereka.
“Ya, aku akan bersabar, walau bagaimanapun dia itu anak kita!” kata Petani kepada istrinya.
“Syukurlah, kanda berpikiran seperti itu. Kanda memang seorang suami dan ayah yang baik,” puji Puteri kepada suaminya.
Memang kata orang, kesabaran itu ada batasnya. Hal ini dialami oleh Petani itu. Pada suatu hari, Putera mendapat tugas mengantarkan makanan dan minuman ke sawah di mana ayahnya sedang bekerja. Tetapi Putera tidak memenuhi tugasnya. Petani menunggu kedatangan anaknya, sambil menahan haus dan lapar. Ia langsung pulang ke rumah. Di lihatnya Putera sedang bermain bola. Petani menjadi marah sambil menjewer kuping anaknya.
“Anak tidak tau diuntung ! Tak tahu diri ! Dasar anak ikan !,” umpat si Petani tanpa sadar telah mengucapkan kata pantangan itu.
Setelah petani mengucapkan kata-katanya, seketika itu juga anak dan istrinya hilang lenyap. Tanpa bekas dan jejak. Dari bekas injakan kakinya, tiba-tiba menyemburlah air yang sangat deras dan semakin deras. Desa Petani dan desa sekitarnya terendam semua. Air meluap sangat tinggi dan luas sehingga membentuk sebuah telaga. Dan akhirnya membentuk sebuah danau. Danau itu akhirnya dikenal dengan nama Danau Toba. Sedangkan pulau kecil di tengahnya dikenal dengan nama Pulau Samosir.
Pembahasan
Saran :
1.     Harus menepati janji karena disitulah seseorang dinilai sebagai seorang yang amanah.
2.     Tidak boleh membuat orang tua marah.
3.     Apabila tidak menepati janji maka akan menimbulkan masalah.
4.     Orang tua harus sabar dalam mendidik anaknya.

2.2  KETERKAITAN ANTARA KESUSASTRAAN DENGAN PROSA
PENGERTIAN SASTRA
Kesusasteraan pada lahiriahnya merupakan wujud dalam masyarakat manusia melalui bentuk tulisan dan juga wujud dalam bentuk lisan. Dalam kehidupan sehari-hari, kedua bentuk kesusasteraan tidak bisa terpisah dari kita. Misalnya, kita akan mendengar musik yang mengandung lirik lagu yang merupakan hasil sastra. Dan kita sendiri pula akan menggunakan berbagai peribahasa dan pepatah yang indah-indah yang sebenarnya juga merupakan kesusasteraan.
Bentuk-bentuk kesusasteraan
Kesusasteraan dapat dilahirkan dalam berbagai bentuk bahasa. Secara kasarnya, ia boleh dikategorikan kepada 2 kategori yang besar menurut bentuk bahasa yang digunakan, yakni:
1.       Prosa : Merujuk kepada hasil kesusteraan yang ditulis dalam ayat-ayat biasa, yakni dengan menggunakan tata bahasa mudah. Biasanya ayat-ayat dalam kesusasteraan akan disusun dalam bentuk karangan. Prosa adalah satu bentuk kesusasteraan yang lebih mudah dipahami dibandingkan dengan puisi. Contoh bagi kesusasteraan prosa ialah: Cerpen, Novel, Skrip drama, Esai dan sebagainya.
2.       Puisi : Merujuk kepada hasil kesusasteraan yang ditulis dengan "tidak menuruti tatabahasa". Ia sebenarnya tidak terdiri dari ayat-ayat yang lengkap, melainkan terdiri dari frasa-frasa yang disusun dalam bentuk barisan. Pada lazimnya, puisi merupakan bahasa yang berirama dan apabila dibaca pembaca akan berasa rentaknya. Contoh bagi kesusastraan puisi, yaitu : Sajak, Syair, Pantun, Gurindam, Lirik, Seloka, Mantera dan sebagainya. Ilmu Budaya dalam Kesusastraan merupakan perpaduan unsur seni kebudayaan dengan kehidupan manusia, dimana dalam proses kehidupannya manusia sering kali melakukan sesuatu.
Dalam kesusastraan dapat diperoleh berbagai gubahan yang mengungkapkan tentang nilai budaya yang menjadi komponen penting dalam pengajaran Ilmu Budaya. Salah satu bentuk sastra itu adalah puisi, dalam arti bahwa pembahasan puisi dalam rangka pengajaran budaya tidak akan diarahkan pada tradisi pendidikan, pengajaran sastra, dan apresiasinya yang murni. Puisi itu akan dipakai sebagai media dan sekaligus sebagai sumber belajar sesuai dengan tema-tema pokok bahasa yang terdapat pada ilmu budaya. Disamping puisi, dalam kesusastraan dikenal juga dalam bentuk drama sebagai wujud karya fiksi yang prosais.
Budaya Yang Dihubungkan Dengan Prosa
       Istilah prosa banyak persamaanya. Kadang-kadang disebut narrative fiction, Prose Fiction atau hanya fiction saja. Dalam bahasa indonesia, prosa diterjemahkan menjadi cerita rekaan dan didefinisikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pemeran, lakuan, peristiwa atau alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi. Dalam kesusastraan Indonesia terdapat prosa lama dan prosa baru.
Pengertian Prosa
Prosa adalah karangan bebas yang tidak terikat oleh banyaknya baris, banyaknya suku kata, dalam setiap baris serta tak terikat oleh irama dan rimanya seperti dalam puisi.
Prosa berbeda dengan puisi karena variasi ritme yang dimilikinya lebih besar serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya. Kata prosa berasal dari bahasa Latin "prosa" yang artinya "terus terang". Jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide. Karenanya, prosa dapat digunakan untuk surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, surat, serta berbagai jenis media lainnya. Prosa kadangkala juga disebut dengan istilah "gancaran".
Prosa dapat dibedakan berdasarkan pembabakannya, menjadi:
1.      Prosa lama adalah prosa bahasa indonesia yang belum terpengaruhi budaya barat.
2.       Prosa baru adalah prosa yang dikarang bebas tanpa aturan apa pun. 
Perbedaan antara prosa lama dan baru adalah sebagai berikut:
Prosa lama :
1.      Statis, lamban perubahannya.
2.      Istana Sentris, bersifat kerajaan.
3.      Bersifat fantastis, bentuknya hikayat, dongeng.
4.      Dipengaruhi sastra Hindu dan Arab.
5.      Tidak ada pengarang atau anonim.
Prosa baru :
1.      Dinamis, perubahannya cepat.
2.      Rakyat Sentris, mengambil bahan dari rakyat sekitar.
3.      Realistis, bentuknya roman, novel, cerpen, drama, kisah, dsb.
4.      Dipengaruhi sastra Barat.
5.      Nama pencipta selalu dicantumkan prosa biasanya dibagi menjadi 4 jenis : Prosa naratif, Prosa deskriptif, Prosa eksposisi, dan Prosa argumentative
Prosa lama
Prosa lama adalah prosa yang hidup dan berkembang dalam masyarakat lama Indonesia. Prosa lama merupakan karya sastra yang belum mendapat pengaruh dari sastra atau kebudayaan barat. Karya sastra prosa lama yang mula-mula timbul dan disampaikan secara lisan, disebabkan karena belum dikenalnya bentuk tulisan.
Setelah masyarakat Indonesia menjadi akrab dengan tulisan, maka karya sastra berbentuk tulisan pun mulai banyak dikenal. Sejak itulah sastra tulisan mulai dikenal dan sejak itu pulalah babak-babak sastra pertama dalam rentetan sejarah sastra Indonesia mulai ada.
Contoh Prosa Lama
Dongeng
Dongeng merupakan cerita yang banyak diwarnai peristiwa yang tidak masuk akal atau tidak mungkin terjadi. Contoh: Pangeran Buruk Rupa, Si Kancil dan Buaya
Prosa Baru
Bila dalam prosa lama kita dibawa pada alam khayal atau santai, namun dalam prosa baru kita dibawa pada peristiwa-peristiwa yang kita hayati dan alami tiap hari.
Contoh Prosa Baru
Hikayat
Hikayat adalah cerita karya sastra lama yang berbentuk riwayat yang mengisahkan hal-hal di luar kenyataan yang berkembang di lingkungan istana. Contoh : Hikayat Si Miskin, Hikayat Amir, Hikayat Burung Cendrawasih, dan lain-lain.
HUBUNGAN SASTRA DAN SENI DENGAN BUDAYA DIHUBUNGKAN DENGAN PROSA
Masalah sastra dan seni sangat erat hubungannya dengan ilmu budaya, karena materi-materi yang diulas oleh ilmu budaya ada yang berkaitan dengan sastra dan seni. Budaya Indonesia sangat menunjukkan adanya sastra dan seni didalamnya.
Latar belakang ilmu budaya dalam konteks budaya, Negara, dan masyarakat Indonesia berkaitan dengan masalah sebagai berikut :
1.    Kenyataan bahwa bangsa indonesia terdiri atas suku bangsa dengan segala keanekaragaman budaya yg tercemin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yg biasanya tidak lepas dari ikatan-ikatan primordial, kesukaan, dan kedaerahan.
2.   Proses pembangunan yg sedang berlangsung dan terus menerus menimbulkan dampak positif dan negatif berupa terjadinya perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusia pun terkena pengaruhnya.
3.    Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan mausia, menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya, sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yg telah diciptakannya.
2.3  NILAI YANG TERMASUK DALAM PROSA FIKSI
1. Prosa fiksi memberikan kesenangan
Keistimewaannya pembaca mendapatkan pengalaman sebagaimana mengalaminya sendiri peristiwa itu, dapat mengembangkan imajinasinya untuk mengenal daerah atau tempat yang asing selama hidupnya, dapat mengenal tokoh-tokoh yang aneh atau asing tingkah lakunya, dan mungkin rumit perjalanan hidupnya untuk mencapai sukses.
2. Prosa fiksi memberikan informasi
Fiksi memberikan sejenis informasi yang tidak terdapat di dalam ensiklopedia.
3. Prosa fiksi memberikan warisan kultural
Prosa fiksi dapat menstimulasi imajinasi dan sarana bagi pemindahan yang tak henti-hentinya dari warisan budaya bangsa.
4. Prosa memberikan keseimbangan wawasan
Prosa fiksi dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman-pengalaman dengan banyak individu; lebih banyak kesempatan untuk memilih respon-respon emosional atau rangsangan aksi yang mungkin sangat berbeda daripada apa yang disajikan dalam kehidupan sendiri; dapat memperluas dan memperdalam persepsi wawasannya tentang tokoh, hidup, dan kehidupan manusia; serta akan terbentuk keseimbangan wawasannya, terutama dalam menghadapi kenyataan-kenyataan diluar dirinya yang mungkin sangat berlainan dari pribadinya.
2.4  CONTOH ILMU BUDAYA DASAR YANG TERMASUK KEDALAM FIKSI
Lima Komponen Dalam Prosa Lama :
1. Dongeng-dongeng
2. Hikayat
3. Sejarah
4. Epos
5. Cerita pelipur lara
Lima Komponen Dalam Prosa Baru :
1. Cerita pendek
2. Roman/ novel
3. Biografi
4. Kisah
5. Otobiografi

BAB III
PENUTUP

3.1  KESIMPULAN
Ilmu Budaya Dasar adalah ilmu yang mempelajari tentang konsep-konsep perilaku, kehidupan, tingkah laku yang berkaitan dengan manusia. Dalam hal ini, ilmu budaya dasar tidak bisa dipisahkan dari manusia. Ilmu budaya dasar lambat laun telah menyelidi jauh tentang manusia sehingga menimbulkan keterkaitan dengan kesusastraan. Kesusastraan sendiri merupakan penguraian atas masalah konflik-konflik yang berkaitan dengan keindahan. Kesusastraan sendiri berawal dari lisan, melalui cerita-cerita yang diceritakan oleh rakyat. Tetapi lama-kelamaan kesusastraan berkembang menjadi dalam bentuk tulisan. Tulisan tersebut yang akhirnya berkaitan dengan ilmu budaya dasar dari segi lisan hingga dalam bentuk tulisan. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi pada zaman sekarang, maka tak dapat dipungkiri bahwa ilmu budaya dasar dengan kesusastraan sangat berperan penting bagi keduanya. Yaitu dilahirkannya bentuk-bentuk baru ilmu budaya dasar kedalam bentuk kesusastraan, seperti Prosa lama, Prosa baru, Hikayat, Dongeng, Cerita Rakyat, dan lain-lain. Ciptaan  tersebut tak lain merupakan hasil penggabungan antara keduanya. Ciptaan tersebut juga mengandung nilai-nilai penting bagi manusia dalam berperilaku sehari-sehari agar manusia tidak mengikuti perilaku atau pun tingkah laku yang terdapat dalam cerita-cerita tersebut.


 DAFTAR PUSAKA
http://septiani33.blogspot.co.id/2013/11/blog-post.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AI dalam Perkembangan Dunia

  AI Dalam Perkembangan Dunia Penggunaan AI atau kerap dikenal Articial Intelligence kini banyak digunakan pada era industri teknologi 4.0 ini. Selain penggunaannya yang memudahkan bagi manusia, ternyata peran AI memiliki manfaat lainnya. Tapi, Apakah AI hanya memiliki manfaat saja tanpa terdapat efek atau dampak di dalamnya? Berikut ini akan dipaparkan mengenai penggunaan AI yang akan menambah informasi buatmu.. 1. Penggunaan AI dalam berita di TV (https://www.youtube.com/watch?v=1ckWjVRhuWE) Beberapa waktu lalu saluran TV Korea, channel MBN merilis penggunaan AI dalam berita. Dalam video dijelaskan bahwa reporter berkomunikasi dengan AI. AI bisa meniru suara, maupun mimik muka dari reporter. AI bisa meniru reporter karena reporter melakukan sesi wawancara selama 10 jam sehingga tidak heran AI tersebut bisa melakukan pekerjaannya dengan baik. Sebelumnya, di tahun 2018 China juga sudah mulai memakai AI dalam membawakan acara berita (https://www.youtube.com/watch?v=GFaj4WFN3kI). AI ...

Manusia dan Penderitaan

MAKALAH ILMU BUDAYA DASAR “ Manusia Dan Penderitaan ” Dosen : SITI PUJIANTI Disusun oleh : - Annisaa Nur Eka Putri (10517862) - Nadira Khalishah (14517382) - Nur Fatia Yahya (14517572) - Prima Nur Setiani (14517739) - Siti Nur Aisyah (15517727) Kelas : 1PA03 UNIVERSITAS GUNADARMA FAKULTAS PSIKOLOGI Jl. Akses UI, Kelapa Dua, Tugu, Depok, Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat 1645 KATA PENGANTAR Seraya mengucapkan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan Rahmat serta Hidayah-nya, sehingga saya  masih dalam keadaan sehat dan khususnya saya dapat menyelesaikan makalah sederhana ini dapat terselesaikan secara maksimal. Teruntuk ibu Siti Pujianti selaku dosen Ilmu Budaya Dsar , telah memberikan tugas ini karena dengan ini saya dapat menambah wawasan yang belum saya dapatkan .  Didalam makalah ini , saya selaku penyusun hanya sebatas ilmu yang bisa saya sajikan, sebagai tuntutan tugas dengan judul “ MANUSIA DAN PENDERITAA...