Langsung ke konten utama

Manusia dan Penderitaan

MAKALAH ILMU BUDAYA DASAR
Manusia Dan Penderitaan


Dosen :
SITI PUJIANTI
Disusun oleh :
- Annisaa Nur Eka Putri (10517862)
- Nadira Khalishah (14517382)
- Nur Fatia Yahya (14517572)
- Prima Nur Setiani (14517739)
- Siti Nur Aisyah (15517727)
1PA03

Jl. Akses UI, Kelapa Dua, Tugu, Depok, Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat 1645


Seraya mengucapkan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan Rahmat serta Hidayah-nya, sehingga saya  masih dalam keadaan sehat dan khususnya saya dapat menyelesaikan makalah sederhana ini dapat terselesaikan secara maksimal. Teruntuk ibu Siti Pujianti selaku dosen Ilmu Budaya Dsar, telah memberikan tugas ini karena dengan ini saya dapat menambah wawasan yang belum saya dapatkan.
 Didalam makalah ini, saya selaku penyusun hanya sebatas ilmu yang bisa saya sajikan, sebagai tuntutan tugas dengan judulMANUSIA DAN PENDERITAAN”. Dimana didalam topik tersebut ada beberapa hal yang bisa kita pelajari.
Makalah ini tentunya jauh dari kata sempurna. Saya menyadari bahwa keterbatasan pengetahuan dan pemahaman saya tentang materi ini, menjadikan keterbatasan saya pula untuk memberikan penjabaran yang lebih dalam tentang materi ini. Oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu saya harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Harapan saya, semoga karya tulis ini membawa manfaat bagi kita semua.

DAFTAR ISI

        1.1 Latar Belakang Masalah. 1
        1.2 Rumusan Masalah. 3
        1.3 Tujuan Penulisan. 3
        2.1 Pengertian Penderitaan. 4
        2.2 Pengertian Siksaan. 5
        2.3 Pengertian Mental 6
         2.4 Pengertian Perjuangan dan Penderitaan. 7
         2.5 Pengertian Penderitaan Media Massa dan Seniman. 7
        2.6 Penderitaan dan Sebab-Sebabnya. 8
        2.7 Pengaruh Penderitaan. 11
       3.1 Kesimpulan. 12
       3.2 Saran. 13


BAB I PENDAHULUAN
I.I Latar Belakang Masalah
Pengertian Manusia
            Secara Bahasa manusia berasal dari kata "manu" (Sansekerta), "Mens" (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu.
            Manusia merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa sebagai khalifah dibumi dengan dibekali akal pikiran untuk berkarya dimuka bumi. Secara biologis, manusia dibedakan secara fisik. Sedangkan secara rohani, manusia dibedakan berdasarkan kepercayaannya atau agama yang dianutnya. Kehidupan manusia sendiri sangatlah kompleks, begitu pula hubungan yang terjadi pada manusia sangatlah luas. Hubungan tersebut dapat terjadi antara manusia dengan manusia, alam, makhluk hidup lain, dan dengan Sang Pencipta. Setiap hubungan tersebut harus berjalan selaras dan seimbang.
Pengertian Manusia Menurut Para Ahli
1.     Nicolaus D. & A. Sudiarja - Manusia adalah bhineka, tetapi tunggal. Bhineka karena ia adalah jasmani dan rohani akan tetapi tunggal karena jasmani dan rohani merupakan satu barang.
2.     Abineno J.I - Manusia adalah "tubuh yang berjiwa" dan bukan "jiwa abadi yang berada atau yang terbungkus dalam tubuh yang fana".
3.     Upanisads - Manusia adalah kombinasi dari unsur-unsur roh (atman), jiwa, pikiran, dan prana atau badan fisik.
4.     Sokrates - Manusia adalah makhluk hidup berkaki dua yang tidak berbulu dengan kuku datar dan lebar.
5.     Kees Bertens - Manusia adalah suatu makhluk yang terdiri dari 2 unsur yang kesatuannya tidak dinyatakan.
Hubungan Manusia Dengan Penderitaan
            Secara Mahluk bernyawa memiliki sifat ingin tepenuhi segala hasrat dan keinginannya. Perlu di pahami mahluk hidup selalu membutuhkan pembaharuan dalam diri, seperti memerlukan bahan pangan untuk kelangsungan hidup, membutuh air dan udara. Dan membutuhkan penyegaran rohani berupa ketenangan. Apa bila tidak terpenuhi manusia akan mengalami penderitaan. Namun bila hasrat menjadi patokan untuk selalu di penuhi akan membawa pada kesesatan yang berujung pada penderitaan kekal di akhirat.
            Manusia sebagai mahluk yang berakal dan berfikir, tidak hanya menggunakan insting namun juga pemikirannya dan perasaanya. Tidak hanya naluri namun juga nurani.
            Manusia diciptakan sebagai mahluk yang paling mulia namun manusia tidak dapat berdiri sendiri secara mutlak. Manusia perlu menjaga dirinya dan selalu mengharapkan perlindungan kepada penciptanya. Manusia kadang kala mengalami kesusahan dalam penghidupanya, dan terkadang sakit jasmaninya akibat tidak dapat memenuhi penghidupanya.
            Manusia memerlukan rasa aman agar dirinya terhidar dari penyiksaan. Karena bila tidak dapat memenuhi rasa aman manusia akan mengalami rasa sakit.
            Banyak yang salah kaprah dalam menyikapi penderitaan. Ada yang menganggap sebagai menikmati rasa sakit sehingga tidak beranjak dari kesesatan. Sangat terlihat penderitaan memiliki kaitan dengan kehidupan manusia berupa siksaan, kemudian rasa sakit, yang terkadang membuat manusia mengalami kekalutan mental. Apa bila manusia tidak mampu melewati proses tersebut dengan ketabahan, di akherat kelak dapat menggiring manusia pada penyiksaan yang pedih di dalam neraka.
1.2 Rumusan Masalah
1.     Apa yang dimaksud dengan penderitaan, siksaan, mental, perjuangan dan penderitaan, pemderitaan media massa dan seniman?
2.     Apa saja sebab-sebab dari timbulnya penderitaan?
3.     Bagaimana pengaruh dari penderitaan?
1.3 Tujuan Penulisan
1.     Untuk mengetahui yang dimaksud dari penderitaan, siksaan, mental, perjuangan dan penderitaan, penderitaan media massa dan seniman.
2.     Untuk mengetahui sebab-sebab timbulnya penderitaan.
3.     Untuk mengetahui pengaruh dari penderitaan.

BAB II PEMBAHASAN
2.1  Pengertian Penderitaan
       Penderitaan berasal dari kata Derita yang artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan.Penderitaan termasuk realitas Dunia dan Manusia. Penderitaan ada yang ringan dan ada yang berat. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Bisa juga penderitaan menjadi energi untuk bangkit dan menjadikan seseorang jauh lebih baik dari sebelumnya.
       Penderitaan juga merupakan teguran Tuhan kepada Umat-Nya agar manusia sadar untuk tidak berpaling dari-Nya. Sebelum penderitaan itu terjadi pada umumnya manusia telah diberikan tanda, tanda itu dapat berupa mimpi dan lain sebagainya.
       Tuhan telah menciptakan manusia dengan segala kelebihannya dibandingkan dengan makhluk lainnya. Penderitaan itu dapat berkurang tergantung bagaimana manusia menyikapi penderitaan itu. Bagi manusia yang tebal imannya musibah yang sedang dialaminya akan segera menyadarkan dirinya untuk bertaubat kepada Nya dan pasrah terhadap takdir yang telah ditentukan Tuhan terhadap diri nya, dan yakin bahwa kekuasaan Tuhan jauh lebih besar dari dirinya. Kepasrahan itu yang membuat manusia merasakan kedamaian dalam hatinya dan lama kelamaan akan berkurang penderitaan yang dialaminya. Sesungguhnya Tuhan tidak pernah memberikan cobaan diluar batas kemampuan umatnya.
       Di dalam Al-Qur’an maupun kitab suci agama lainnya banyak surat dan ayat yang menjelaskan tentang penderitaan manusia dan peringatan kepada manusia akan ada nya penderitaan, namun pada umumnya manusia kurang memperhatikan peringatan tersebut.
       Dalam surat Al-Insyiqoq ayat 6 dinyatakan bahwa Manusia ialah makhluk yang hidup yang penuh perjuangan. Ayat tersebut dapat diartikan bahwa manusia harus bekerja keras untuk kelangsungan hidup nya yaitu dengan cara menghadapi alam, menghadapi manusia disekelilingnya dan tidak lupa untuk bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Apabila manusia melalaikan salah satu nya akibatnya manusia akan menderita.
       Penderitaan itu ada yang fisik dan ada yang psikis. Penderitaan fisik dapat dihadapi dengan cara medis untuk mengurangi atau menyembuhkannya. Sedangkan penderitaan psikis penyembuhannya terletak pada kemampuan penderita menyelesaikan persoalan-persoalan psikis.
2.2  Pengertian Siksaan
       Siksaan atau penyiksaan (Bahasa Inggris: torture) digunakan untuk merujuk pada penciptaan rasa sakit untuk menghancurkan kekerasan hati korban. Segala tindakan yang menyebabkan penderitaan, baik secara fisik maupun psikologis, yang dengan sengaja dilakukkan terhadap seseorang dengan tujuan intimidasibalas dendamhukumansadisme, pemaksaan informasi, atau mendapatkan pengakuan palsu untuk propaganda atau tujuan politik dapat disebut sebagai penyiksaan. Siksaan dapat digunakan sebagai suatu cara interogasi untuk mendapatkan pengakuan. Siksaan juga dapat digunakan sebagai metode pemaksaan atau sebagai alat untuk mengendalikan kelompok yang dianggap sebagai ancaman bagi suatu pemerintah. Sepanjang sejarah, siksaan telah juga digunakan sebagai cara untuk memaksakan pindah agamaatau cuci otak politik.
Penyebab Terjadinya Siksaan
1.    Siksaan karena hukuman yang diperbuat oleh diri sendiri terhadap hukum yang berlaku.
2.    Siksaan karena ulah tangan manusia yang tidak bertanggung jawab, yang hanya ingin membalas dendam terhadap orang yang melakukan kesalahan kepadanya.
3.    Siksaan karena ingin kepuasan hati, demi pujian orang banyak dan merasa dianggap jagoan oleh orang-oang disekitarnya dan,
4.    Siksaan Allah swt, terhadap orang-orang yang tidak bertaqwa dan tidak menaati perintahnya serta tidak menjauhi larangannya.
2.3  Pengertian Mental
       Mental ialah hal-hal yang berada dalam diri seseorang atau individu yang terkait dengan psikis atau kejiwaan yang dapat mendorong terjadinya tingkah laku dan membentuk kepribadian, begitu juga sebaliknya mental yang sehat akan melahirkan tingkah laku maupun kepribadian yang sehat pula. 
       Kondisi mental tersebut bisa digolongkan dalam dua bentuk yaitu kondisi mental yang sehat dan kondisi mental yang tidak sehat.
       Kondisi mental yang sehat akan melahirkan pribadi-pribadi yang normal. Pribadi yang normal ialah bentuk tingkah laku individu yang tidak menyimpang dari tingkah laku pada umumnya dimana seorang individu itu tinggal, dan pribadi yang normal akan menunjukkan tingkah laku yang serasi dan tepat (adekuat) dan bisa diterima oleh masyarakat secara umum, dimana sikap hidupnya sesuai dengan norma dan pola hidup lingkungannya. Secara sederhana individu tersebut mampu beradaptasi secara wajar.
       Pribadi yang tidak sehat (abnormal) ialah adanya tingkah laku seseorang atau individu yang sangat mencolok dan sangat berbeda dengan tingkah laku umum yang ada di lingkungannya, atau disebut juga dengan perilaku-perilaku yang menyimpang (abnormal). Secara umum bentuk mental yang tidak sehat yaitu secara relatif bisa dilihat  pada individu jauh dari kemampuan beradaptasi atau selalu mengalami  kesulitan dalam beradaptasi, dan memiliki ciri bersikap  inferior dan  superior.



2.4  Pengertian Perjuangan dan Penderitaan
Hubungan penderitaan dengan perjuangan
       Setiap manusia pasti mengalami penderitaan, baik berat ataupun ringan yang bersifaat kodrati yang sudah menjadi konsekwensi hidup manusia. Karena terserah kepada manusia itu sendiri untuk berusaha mengurangi penderitaan itu semaksimal mungkin, bahkan menghindari atau menghilangkan sama sekali. Sehingga manusia hidup tidak boleh pesimis, yang menganggap sebagai rangkaian penderitaan, melainkan optimis, berusaha mengatasi kesulitan hidup.
       Dalam hal ini penderitaanpun mempuyai hubungan dengan perjuangan yaitu terletak pada sifatnya , biasanya perjuangan merupakan suatu usaha dalam melepas dari penderitaan tersebut , Lain halnya bisa terkait lagi bila kita akan memperjuangkan sesuatu pasti kita harus melewati bebrapa penderitaan untuk mencapai target dan Pembebasan dari penderitaan pada hakekatnya meneruskan kelangsungan hidup. Caranya ialah berjuang menghadapi tantangan hidup dalam alam lingkungan, masyarakat sekitar, dengan waspada, dan disertai doa kepada Tuhan supaya terhindar dari bahaya dan malapetaka. Manusia hanya merencanakan dan Tuahan yang menentukan. Kelalaian manusia merupakan sumber malapetaka yang menimbulkan penderitaaan. Penderitaan yang terjadi selain dialami sendiri oleh yang bersangkutan, mungkin juga dialami oleh orang lain. Bahkan mungkin terjadi akibat perbuatan atau kelalaian seseorang, orang lain atau masyarakat menderita.
2.5  Pengertian Penderitaan Media Massa dan Seniman
       Dalam dunia modern sekarang ini kemungkinan terjadi penderitaan itu lebih besar. Hal ini telah dibuktikan oleh kemajuan teknologi dan sebagainya menyejahterakan manusia dan sebagian lainnya membuat manusia menderita. Penciptaan bom atom, reaktor nuklir, pabrik senjata, peluru kendali, pabrik bahan kimia merupakan sumber peluang terjadinya penderitaan manusia. Hal ini sudah terjadi seperti bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, kebocoran reaktor nuklir di Unisoviet, kebocoran gas beracun di India. Penggunaan peluru kendali dalam perang Irak.
       Beberapa sebab lain yang menimbulkan penderitaan manusia ialah kecelakaan, bencana alam, perang, dan lain-lain. Contohnya ialah tenggelamnya kapal kapal Tampomas Dua di perairan Masalembo, jatuhnya pesawat hercules yang mengangkut para perwira muda di Condet, meletusnya gunung galunggung, perang Irak-Iran.
       Berita mengenai penderitaan manusia silih berganti mengisi lembaran koran, layar TV, pesawat radio, dengan maksud supaya semua orang yang menyaksikan ikut merasakan dari jauh penderitaan manusia. Dengan demikian dapat menggugah hati manusia untuk berbuat sesuatu. Nyatanya tidak sedikit bantuan dari para dermawan dan sukarelawan berupa material atau tenaga untuk meringankan pederitaan dan penyelamatan mereka dari musibah ini. Bantuan-bantuan ini dilakukan secara perseorangan ataupun melalui organusasi-organisasi sosial, kemudian dikirimkan atau diantarkan langsung ke tempat-tempat kejadian dan tempat-tempat pengungsian.
       Media massa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakat. Dengan demikian masyarakat dapat segera menilai untuk menentukan sikap antara sesama manusia terutama bagi yang merasa simpati. Tetapi tidak kalah pentingnya komunikasi yang dilakukan para seniman melalui karya seni, Sebagai contoh bagaimana penderitaan anak bernama Arie Hangara yang mati akibat siksaan orang tuanya sendiri yang difilmkan dengan judul “Arie Hangara”.
2.6  Penderitaan dan Sebab-Sebabnya
1.     Penderitaan Yang Timbul Karena Perbuatan Buruk Manusia
       Penderitaan yang menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi Dalam hubungan manusia  dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Penderitaan ini kadang disebut nasib buruk. Nasib buruk ini dapat diperbaiki manusia supaya menjadi baik. Dengan kata lain,manusialah yang dapat memperbaiki nasibnya. Perbedaan nasib buruk dan takdir, kalau takdir, Tuhan yang menentukan sedangkan nasib buruk itu manusia penyebabnya.
       Karena perbuatan buruk antara sesama manusia maka manusia lain menjadi menderita, misalnya :
(1)    Pembantu rumah tangga yang diperkosa,disekap, disiksa, oleh majikannya, sudah pantas jika majikan yang biadab itu diganjar dengan hukuman penjara oleh Pengadilan Negeri Surabaya supaya perbuatannya itu dapat diperbaiki dan sekaligusmerasakan penderitaan. Sedangkan pembantu yang telah menderita itu dipulihkan.
(2)    Perbuatan buruk oranh tua Arie Hangara yang menganiaya anak kandungnya sendiri sampai mengakibatkan kematian, sudah pantas jika dijatuhkan hukuman oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat supaya perbuatannya itu dapat diperbaiki dan sekaligus merasakan penderitaan.
(3)    Perbuatan buruk para pejabat pada zaman Orde Lama dilukiskan oleh seniman Rendra dalam puisinya “bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta”, perbuatan buruk yang merendahkan derajat kaum wanita, yang memandang wanita tidak lebih dari pemuas nafsu seksual. Karya Rendra ini dipandang sebagai salah satu usaha memperbaiki nasib buruk itu dengan mengkomunikasikannya kepada masyarakat termasuk pejabat dan pelacur ibu kota itu.
       Perbuatan buruk manusia terhadap lingkungannya juga menyebabkan penderitaan manusia. Tetapi manusia tidak menyadari hal ini. Mungkin kesadaran itu baru timbul setelah musibah yang membuat manusia menderita, misalnya :
(1)    Musibah banjir dan tanah longsor di Lampung selatn bermula dari penghunian liar di hutan lindung, kemudian dibabat menjadi tandus dan gundul olehmanusia-manusia oenghuni liar itu. Akibatnya beberapa jiwa jadi korban banjir, ratusan rumah hancur, belum terhitung lagi jumlah ternak dan harta benda yang hilang/musnah. Segenap lapisan masyarakat, pemerintah dan ABRI bekerja sama untuk membebaskan para korban daripenderitaan ini.
(2)  Perbuatan lalai, mungkin kurang kontrol terhadapa tangki-tangki penyimpanan gas-gas beracun dari perusahaan “union carbide” di India. Gas-gas beracun dari tangki penyimpanan bocor memenuhi dan mengotori daerah sekitarnya, mengakibatkan ribuan penduduk penghuni daerah itu mati lemas. Dan mengalami cacat. Inilah penderitaan manusia karena perbuatan lalai dari pekerjaan atau pimpinan perusahaan itu. Ia bertanggung jawab untuk memulihkan penderitaan manusia disitu.   

2.     Penderitaan Yang Timbul Karena Penyakit, Siksaan / Azab Tuhan
       Penderitaan manusia dapat juga terjadi akibat penyakit atau siksaan/ azab Tuhan. Namun kesabaran, tawakal, dan optimisme dapat merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan itu. Banyak contoh kasus penderitaan macam ini dialami manusia. Beberapa kasus penderitaan dpat diungkapkan berikut ini :
(1)  Seorang anak lelaki buta sejak dilahirkan, diasuh dengan tabah oleh oleh orang tuanya. Ia disekolahkan, kecerdasannya luar biasa. Walaupun ia tidak dapat melihat dengan mata hatinya terang benderang. Karena kecerdasannya, ia memperoleh pendidikan sampai di Universitas, dan akhirnya memperoleh gelar Doktor di Universitas DSarbone perancis. Dia adalah Prof.Dr.Thaha Husen, Guru besar Universitas di Kairo, Mesir.
(2)  Nabi Ayyub mengalami siksaan Tuhan, Tetapi dengan sabar ia menerim cobaan ini. Bertahun-tahun ia menderita penyakit kulit, sehingga istrinya bosan memeliharanya, dan ia dikucilkan. Berkat kesabaran dan pasrah kepada Tuhan, sembuhlah ia dan tampak lebih muda, sehingga istrinya tidak mengenalinya lagi. Disini kita dihadapkan kepada masalah sikap hidup kesetiaan, kesabaran, tawakal, percaya, pasrah, tetapi juga sikap hidup yang lemah, seperti kesetiaan dan kesabaran sang istri yang luntur, karena penyakit nabi Ayyub yang cukup lama.
(3)  Tenggelamnya Fir’aun di Laut Merah seperti disebutkan dalam Al-Qur’an adalah azab yang dijatuhkan Tuhan kepada orang yang angkuh dan sombong. Fir’aun adalah raja Mesir yang mengaku dirinya Tuhan. Ketika Fir’aun bersama bala tentaranya mengejar Nabi Musa dan pengikut-pengikutnya menyebrang laut Merah, laut itu terbelah dan Nabi Musa dan para pengikutnya berlalu. Ketika Fir’aun dan tentaranya berada tepat di tengah belahan laut Merah itu, seketika itu juga laut Merah tertutup lagi dan mereka semua tenggelam.
2.7  Pengaruh Penderitaan
       Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam – macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri. Sikap ini diungkapkan dalam peribahasa “sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tak berguna”, “nasi sudah menjadi bubur”. Kelanjutan dari sikap negatif ini dapat timbul sikap anti, misalnya anti kawin atau tidak mau kawin, tidak punya gairah hidup.

BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
       Penderitaan berasal dari kata derita yang artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu ada yang fisik dan ada yang psikis. Penderitaan fisik dapat dihadapi dengan cara medis untuk mengurangi atau menyembuhkannya. Siksaan atau penyiksaan merupakan penderitaan psikis penyembuhannya terletak pada kemampuan penderita menyelesaikan persoalan-persoalan psikis. Segala tindakan yang menyebabkan penderitaan, baik secara fisik maupun psikologis, yang dengan sengaja dilakukkan terhadap seseorang dengan tujuan intimidasibalas dendamhukumansadisme, pemaksaan informasi, atau mendapatkan pengakuan palsu untuk propaganda atau tujuan politik. Mental ialah hal-hal yang berada dalam diri seseorang atau individu yang terkait dengan psikis atau kejiwaan yang dapat mendorong terjadinya tingkah laku dan membentuk kepribadian. Kemajuan teknologi dan sebagainya menyejahterakan manusia dan sebagian lainnya membuat manusia menderita. Penderitaan muncul akibat perbuatan buruk manusia dan penyakit, siksaan, atau azab dari tuhan.
            Pada hakekatnya penderitaan dan manusia itu berdampingan bahkan penderitaan itu selalu ada pada setiap manusia karena penderitaan merupakain rangkaian dari kehidupan. Banyak hikmah dan pelajaran yang dapat diambil dari penderitaan. Tidak semua penderitaan yang dialami oleh seseorang membawa pengaruh buruk bagi orang yang mengalaminya. Melainkan dengan penderitaan kita dapat mengetahui kesalahan apa yang telah kita perbuat atau sebagai media untuk menginstropeksi diri. Agar manusia tidak mengalami penderitaan yang berat untuk itu manusia harus bisa menjaga sikap dan perilaku baik kepada sesama manusia, alam sekitar, maupun kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena dengan kita menjaga sikap dan perilaku antar sesama manusia, alam sekitar, dan Tuhan Yang Maha Esa, kita akan hidup dengan nyaman dan tentram tidak ada gangguan dari siapapun.
3.2 Saran
       Untuk lebih mudah menerima segala kesedihan dan penderitaan hidup kita harus lebih mendekatkan diri kepada Tuhan berserah diri dan menerima segala sesuatu yang ada dengan syukur selalu. Karena dalam masalah yang ada pasti ada makna yang tersembunyi didalamnya sehingga kita harus membuatnya menjadi pengalaman hidup, karena pengalaman hidup adalah huru yang terbaik. Penderitaan juga harus dijadikan sebagai hikmah dan ujian untuk menaikan tingkat derajat manusia itu sendiri.

DAFTAR PUSTAKA
http://zaysscremeemo.blogspot.co.id/2012/03/pengertian-siksaan.html




Komentar

Postingan populer dari blog ini

AI dalam Perkembangan Dunia

  AI Dalam Perkembangan Dunia Penggunaan AI atau kerap dikenal Articial Intelligence kini banyak digunakan pada era industri teknologi 4.0 ini. Selain penggunaannya yang memudahkan bagi manusia, ternyata peran AI memiliki manfaat lainnya. Tapi, Apakah AI hanya memiliki manfaat saja tanpa terdapat efek atau dampak di dalamnya? Berikut ini akan dipaparkan mengenai penggunaan AI yang akan menambah informasi buatmu.. 1. Penggunaan AI dalam berita di TV (https://www.youtube.com/watch?v=1ckWjVRhuWE) Beberapa waktu lalu saluran TV Korea, channel MBN merilis penggunaan AI dalam berita. Dalam video dijelaskan bahwa reporter berkomunikasi dengan AI. AI bisa meniru suara, maupun mimik muka dari reporter. AI bisa meniru reporter karena reporter melakukan sesi wawancara selama 10 jam sehingga tidak heran AI tersebut bisa melakukan pekerjaannya dengan baik. Sebelumnya, di tahun 2018 China juga sudah mulai memakai AI dalam membawakan acara berita (https://www.youtube.com/watch?v=GFaj4WFN3kI). AI ...

Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam Kesusastraan

TUGAS MAKALAH ILMU BUDAYA DASAR MENGENAI KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN SITI PUJIANTI, M.HUM ANNISAA NUR EKAPUTRI 10517862 1PA03 UNIVERSITAS GUNADARMA JALAN MARGONDA RAYA 100, DEPOK DAFTAR ISI KATA PENGANTAR..................................................................... i DAFTAR ISI.................................................................................. ii BAB 1 PENDAHULUAN.............................................................. 1 A.    Latar Belakang....................................................................... 1 B.     Rumusan Masalah.................................................................. 2 C.     Tujuan.................................................................................... 2 BAB II PEMBAHASAN................................................................ 3 A.    Hakikat dari Konseps...