MAKALAH ILMU BUDAYA DASAR
“Manusia Dan Penderitaan”

Dosen
:
SITI PUJIANTI
Disusun oleh :
- Annisaa Nur Eka Putri (10517862)
- Nadira Khalishah (14517382)
- Nur Fatia Yahya (14517572)
- Prima Nur Setiani (14517739)
- Siti Nur Aisyah (15517727)
1PA03
Jl. Akses UI, Kelapa Dua, Tugu, Depok, Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat
1645
Seraya mengucapkan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan Rahmat
serta Hidayah-nya, sehingga saya masih dalam keadaan
sehat dan khususnya saya dapat menyelesaikan makalah sederhana ini dapat terselesaikan secara maksimal. Teruntuk ibu Siti Pujianti selaku dosen Ilmu Budaya Dsar, telah memberikan tugas ini
karena dengan ini saya dapat menambah wawasan yang belum saya dapatkan.
Didalam makalah ini, saya selaku
penyusun hanya sebatas ilmu yang bisa saya sajikan, sebagai tuntutan
tugas dengan judul “MANUSIA DAN PENDERITAAN”. Dimana didalam topik tersebut ada beberapa hal yang bisa kita pelajari.
Makalah ini tentunya jauh dari kata sempurna. Saya menyadari bahwa keterbatasan pengetahuan dan pemahaman saya tentang materi ini, menjadikan
keterbatasan saya pula untuk memberikan penjabaran yang lebih dalam tentang materi ini. Oleh karena itu
kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu saya harapkan
demi kesempurnaan makalah ini. Harapan saya, semoga karya tulis ini membawa manfaat bagi kita semua.
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
I.I
Latar Belakang Masalah
Pengertian Manusia
Secara
Bahasa manusia berasal dari kata "manu" (Sansekerta), "Mens"
(Latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk yang berakal budi
(mampu menguasai makhluk lain). Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah
konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan realitas, sebuah kelompok (genus)
atau seorang individu.
Manusia
merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa sebagai khalifah dibumi dengan dibekali
akal pikiran untuk berkarya dimuka bumi. Secara biologis, manusia dibedakan
secara fisik.
Sedangkan secara rohani, manusia dibedakan berdasarkan kepercayaannya atau
agama yang dianutnya. Kehidupan manusia sendiri sangatlah kompleks, begitu pula hubungan yang terjadi pada manusia
sangatlah luas. Hubungan tersebut dapat terjadi antara manusia dengan manusia,
alam, makhluk hidup lain, dan
dengan Sang Pencipta. Setiap hubungan tersebut harus berjalan selaras dan
seimbang.
Pengertian Manusia Menurut Para Ahli
1.
Nicolaus D. & A. Sudiarja -
Manusia adalah bhineka, tetapi tunggal. Bhineka karena ia adalah jasmani dan
rohani akan tetapi tunggal karena jasmani dan rohani merupakan satu barang.
2.
Abineno J.I - Manusia adalah
"tubuh yang berjiwa" dan bukan "jiwa abadi yang berada atau yang
terbungkus dalam tubuh yang fana".
3.
Upanisads - Manusia adalah
kombinasi dari unsur-unsur roh (atman), jiwa, pikiran, dan prana atau badan
fisik.
4.
Sokrates - Manusia adalah makhluk
hidup berkaki dua yang tidak berbulu dengan kuku datar dan lebar.
5. Kees
Bertens - Manusia adalah suatu makhluk yang terdiri dari 2 unsur yang
kesatuannya tidak dinyatakan.
Hubungan
Manusia Dengan Penderitaan
Secara Mahluk
bernyawa memiliki sifat ingin tepenuhi segala hasrat dan keinginannya. Perlu di
pahami mahluk hidup selalu membutuhkan pembaharuan dalam diri, seperti
memerlukan bahan pangan untuk kelangsungan hidup, membutuh air dan udara. Dan membutuhkan
penyegaran rohani berupa ketenangan. Apa bila tidak terpenuhi manusia akan
mengalami penderitaan. Namun bila hasrat menjadi patokan untuk selalu di penuhi
akan membawa pada kesesatan yang berujung pada penderitaan kekal di akhirat.
Manusia sebagai mahluk yang
berakal dan berfikir, tidak hanya menggunakan insting namun juga pemikirannya
dan perasaanya. Tidak hanya naluri namun juga nurani.
Manusia diciptakan sebagai mahluk
yang paling mulia namun manusia tidak dapat berdiri sendiri secara mutlak.
Manusia perlu menjaga dirinya dan selalu mengharapkan perlindungan kepada
penciptanya. Manusia kadang kala mengalami kesusahan dalam penghidupanya, dan
terkadang sakit jasmaninya akibat tidak dapat memenuhi penghidupanya.
Manusia memerlukan rasa aman agar
dirinya terhidar dari penyiksaan. Karena bila tidak dapat memenuhi rasa aman
manusia akan mengalami rasa sakit.
Banyak yang salah kaprah dalam
menyikapi penderitaan. Ada yang menganggap sebagai menikmati rasa sakit sehingga tidak beranjak dari kesesatan. Sangat
terlihat penderitaan memiliki kaitan dengan kehidupan manusia berupa siksaan,
kemudian rasa sakit, yang terkadang membuat manusia mengalami kekalutan mental.
Apa bila manusia tidak mampu melewati proses tersebut dengan ketabahan, di
akherat kelak dapat menggiring manusia pada penyiksaan yang pedih di dalam
neraka.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan
penderitaan, siksaan, mental, perjuangan dan penderitaan, pemderitaan media
massa dan seniman?
2. Apa saja sebab-sebab dari
timbulnya penderitaan?
3. Bagaimana pengaruh dari
penderitaan?
1.3 Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui yang dimaksud
dari penderitaan, siksaan, mental, perjuangan dan penderitaan, penderitaan
media massa dan seniman.
2. Untuk mengetahui sebab-sebab
timbulnya penderitaan.
3. Untuk mengetahui pengaruh dari
penderitaan.
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Penderitaan
Penderitaan berasal dari kata ‘Derita’ yang
artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan.Penderitaan
termasuk realitas Dunia dan Manusia. Penderitaan ada yang ringan dan ada yang
berat. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu
merupakan penderitaan bagi orang lain. Bisa juga penderitaan menjadi energi
untuk bangkit dan menjadikan seseorang jauh lebih baik dari sebelumnya.
Penderitaan juga merupakan teguran Tuhan kepada
Umat-Nya agar manusia sadar untuk tidak berpaling dari-Nya. Sebelum penderitaan
itu terjadi pada umumnya manusia telah diberikan tanda, tanda itu dapat berupa
mimpi dan lain sebagainya.
Tuhan telah menciptakan manusia dengan segala
kelebihannya dibandingkan dengan makhluk lainnya. Penderitaan itu dapat
berkurang tergantung bagaimana manusia menyikapi penderitaan itu. Bagi manusia
yang tebal imannya musibah yang sedang dialaminya akan segera menyadarkan
dirinya untuk bertaubat kepada Nya dan pasrah terhadap takdir yang telah
ditentukan Tuhan terhadap diri nya, dan yakin bahwa kekuasaan Tuhan jauh lebih
besar dari dirinya. Kepasrahan itu yang membuat manusia merasakan kedamaian
dalam hatinya dan lama kelamaan akan berkurang penderitaan yang dialaminya.
Sesungguhnya Tuhan tidak pernah memberikan cobaan diluar batas kemampuan
umatnya.
Di dalam Al-Qur’an maupun kitab suci agama lainnya
banyak surat dan ayat yang menjelaskan tentang penderitaan manusia dan
peringatan kepada manusia akan ada nya penderitaan, namun pada umumnya manusia
kurang memperhatikan peringatan tersebut.
Dalam surat Al-Insyiqoq ayat 6 dinyatakan bahwa Manusia
ialah makhluk yang hidup yang penuh perjuangan. Ayat tersebut dapat diartikan
bahwa manusia harus bekerja keras untuk kelangsungan hidup nya yaitu dengan
cara menghadapi alam, menghadapi manusia disekelilingnya dan tidak lupa untuk
bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Apabila manusia melalaikan salah satu
nya akibatnya manusia akan menderita.
Penderitaan itu ada yang fisik
dan ada yang psikis. Penderitaan fisik dapat dihadapi dengan cara medis untuk
mengurangi atau menyembuhkannya. Sedangkan penderitaan psikis penyembuhannya
terletak pada kemampuan penderita menyelesaikan persoalan-persoalan psikis.
2.2 Pengertian Siksaan
Siksaan atau penyiksaan (Bahasa Inggris: torture)
digunakan untuk merujuk pada penciptaan rasa sakit untuk menghancurkan kekerasan hati korban. Segala tindakan yang menyebabkan penderitaan, baik secara
fisik maupun psikologis, yang dengan sengaja dilakukkan terhadap seseorang dengan
tujuan intimidasi, balas
dendam, hukuman, sadisme, pemaksaan informasi, atau mendapatkan pengakuan palsu
untuk propaganda atau tujuan politik dapat disebut sebagai penyiksaan.
Siksaan dapat digunakan sebagai suatu cara interogasi untuk mendapatkan pengakuan. Siksaan juga dapat
digunakan sebagai metode pemaksaan atau sebagai alat untuk mengendalikan
kelompok yang dianggap sebagai ancaman bagi suatu pemerintah. Sepanjang sejarah, siksaan telah juga digunakan sebagai
cara untuk memaksakan pindah agamaatau cuci
otak politik.
Penyebab
Terjadinya Siksaan
1. Siksaan
karena hukuman yang diperbuat oleh diri sendiri terhadap hukum yang berlaku.
2. Siksaan
karena ulah tangan manusia yang tidak bertanggung jawab, yang hanya ingin
membalas dendam terhadap orang yang melakukan kesalahan kepadanya.
3. Siksaan
karena ingin kepuasan hati, demi pujian orang banyak dan merasa dianggap jagoan
oleh orang-oang disekitarnya dan,
4. Siksaan
Allah swt, terhadap orang-orang yang tidak bertaqwa dan tidak menaati
perintahnya serta tidak menjauhi larangannya.
2.3 Pengertian Mental
Mental ialah hal-hal yang berada dalam diri seseorang atau
individu yang terkait dengan psikis atau kejiwaan yang dapat mendorong
terjadinya tingkah laku dan membentuk kepribadian, begitu juga sebaliknya
mental yang sehat akan melahirkan tingkah laku maupun kepribadian yang sehat
pula.
Kondisi mental tersebut bisa digolongkan dalam dua bentuk
yaitu kondisi mental yang sehat dan kondisi mental yang tidak sehat.
Kondisi mental yang sehat akan melahirkan pribadi-pribadi
yang normal. Pribadi yang normal ialah bentuk tingkah laku individu yang tidak
menyimpang dari tingkah laku pada umumnya dimana seorang individu itu tinggal,
dan pribadi yang normal akan menunjukkan tingkah laku yang serasi dan tepat
(adekuat) dan bisa diterima oleh masyarakat secara umum, dimana sikap hidupnya
sesuai dengan norma dan pola hidup lingkungannya. Secara sederhana individu
tersebut mampu beradaptasi secara wajar.
Pribadi yang tidak sehat (abnormal) ialah
adanya tingkah laku seseorang atau individu yang sangat mencolok dan sangat
berbeda dengan tingkah laku umum yang ada di lingkungannya, atau disebut juga
dengan perilaku-perilaku yang menyimpang (abnormal). Secara umum bentuk mental
yang tidak sehat yaitu secara relatif bisa dilihat pada individu
jauh dari kemampuan beradaptasi atau selalu mengalami kesulitan
dalam beradaptasi, dan memiliki ciri bersikap inferior
dan superior.
2.4 Pengertian
Perjuangan dan Penderitaan
Hubungan penderitaan dengan perjuangan
Setiap manusia pasti mengalami penderitaan, baik berat
ataupun ringan yang bersifaat kodrati yang sudah menjadi konsekwensi hidup
manusia. Karena terserah kepada manusia itu sendiri untuk berusaha mengurangi
penderitaan itu semaksimal mungkin, bahkan menghindari atau menghilangkan sama
sekali. Sehingga manusia hidup tidak boleh pesimis, yang menganggap sebagai
rangkaian penderitaan, melainkan optimis, berusaha mengatasi kesulitan hidup.
Dalam hal ini penderitaanpun mempuyai hubungan dengan
perjuangan yaitu terletak pada sifatnya , biasanya perjuangan merupakan suatu
usaha dalam melepas dari penderitaan tersebut , Lain halnya bisa terkait lagi
bila kita akan memperjuangkan sesuatu pasti kita harus melewati bebrapa
penderitaan untuk mencapai target dan Pembebasan dari penderitaan pada
hakekatnya meneruskan kelangsungan hidup. Caranya ialah berjuang menghadapi
tantangan hidup dalam alam lingkungan, masyarakat sekitar, dengan waspada, dan
disertai doa kepada Tuhan supaya terhindar dari bahaya dan malapetaka. Manusia
hanya merencanakan dan Tuahan yang menentukan. Kelalaian manusia merupakan
sumber malapetaka yang menimbulkan penderitaaan. Penderitaan yang terjadi
selain dialami sendiri oleh yang bersangkutan, mungkin juga dialami oleh orang
lain. Bahkan mungkin terjadi akibat perbuatan atau kelalaian seseorang, orang
lain atau masyarakat menderita.
2.5 Pengertian Penderitaan
Media Massa dan Seniman
Dalam dunia
modern sekarang ini kemungkinan terjadi penderitaan itu lebih besar. Hal ini
telah dibuktikan oleh kemajuan teknologi dan sebagainya menyejahterakan manusia
dan sebagian lainnya membuat manusia menderita. Penciptaan bom atom, reaktor
nuklir, pabrik senjata, peluru kendali, pabrik bahan kimia merupakan sumber
peluang terjadinya penderitaan manusia. Hal ini sudah terjadi seperti bom atom
di Hiroshima dan Nagasaki, kebocoran reaktor nuklir di Unisoviet, kebocoran gas
beracun di India. Penggunaan peluru kendali dalam perang Irak.
Beberapa sebab
lain yang menimbulkan penderitaan manusia ialah kecelakaan, bencana alam,
perang, dan lain-lain. Contohnya ialah tenggelamnya kapal kapal Tampomas Dua di
perairan Masalembo, jatuhnya pesawat hercules yang mengangkut para perwira muda
di Condet, meletusnya gunung galunggung, perang Irak-Iran.
Berita mengenai
penderitaan manusia silih berganti mengisi lembaran koran, layar TV, pesawat
radio, dengan maksud supaya semua orang yang menyaksikan ikut merasakan dari
jauh penderitaan manusia. Dengan demikian dapat menggugah hati manusia untuk
berbuat sesuatu. Nyatanya tidak sedikit bantuan dari para dermawan dan
sukarelawan berupa material atau tenaga untuk meringankan pederitaan dan
penyelamatan mereka dari musibah ini. Bantuan-bantuan ini dilakukan secara
perseorangan ataupun melalui organusasi-organisasi sosial, kemudian dikirimkan
atau diantarkan langsung ke tempat-tempat kejadian dan tempat-tempat
pengungsian.
Media massa
merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa
penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakat. Dengan demikian masyarakat dapat
segera menilai untuk menentukan sikap antara sesama manusia terutama bagi yang
merasa simpati. Tetapi tidak kalah pentingnya komunikasi yang dilakukan para
seniman melalui karya seni, Sebagai contoh bagaimana penderitaan anak bernama
Arie Hangara yang mati akibat siksaan orang tuanya sendiri yang difilmkan
dengan judul “Arie Hangara”.
2.6 Penderitaan
dan Sebab-Sebabnya
1.
Penderitaan
Yang Timbul Karena Perbuatan Buruk Manusia
Penderitaan yang
menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi Dalam hubungan
manusia dan hubungan manusia dengan alam
sekitarnya. Penderitaan ini kadang disebut nasib buruk. Nasib buruk ini dapat
diperbaiki manusia supaya menjadi baik. Dengan kata lain,manusialah yang dapat
memperbaiki nasibnya. Perbedaan nasib buruk dan takdir, kalau takdir, Tuhan
yang menentukan sedangkan nasib buruk itu manusia penyebabnya.
Karena perbuatan buruk antara sesama manusia maka manusia lain
menjadi menderita, misalnya
:
(1) Pembantu
rumah tangga yang diperkosa,disekap, disiksa, oleh majikannya, sudah pantas
jika majikan yang biadab itu diganjar dengan hukuman penjara oleh Pengadilan
Negeri Surabaya supaya perbuatannya itu dapat diperbaiki dan sekaligusmerasakan
penderitaan. Sedangkan pembantu yang telah menderita itu dipulihkan.
(2) Perbuatan
buruk oranh tua Arie Hangara yang menganiaya anak kandungnya sendiri sampai
mengakibatkan kematian, sudah pantas jika dijatuhkan hukuman oleh Pengadilan
Negeri Jakarta Pusat supaya perbuatannya itu dapat diperbaiki dan sekaligus
merasakan penderitaan.
(3) Perbuatan
buruk para pejabat pada zaman Orde Lama dilukiskan oleh seniman Rendra dalam
puisinya “bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta”, perbuatan buruk yang
merendahkan derajat kaum wanita, yang memandang wanita tidak lebih dari pemuas
nafsu seksual. Karya Rendra ini dipandang sebagai salah satu usaha memperbaiki
nasib buruk itu dengan mengkomunikasikannya kepada masyarakat termasuk pejabat
dan pelacur ibu kota itu.
Perbuatan buruk manusia terhadap lingkungannya juga
menyebabkan penderitaan manusia. Tetapi manusia tidak menyadari hal ini.
Mungkin kesadaran itu baru timbul setelah musibah yang membuat manusia
menderita, misalnya :
(1) Musibah
banjir dan tanah longsor di Lampung selatn bermula dari penghunian liar di
hutan lindung, kemudian dibabat menjadi tandus dan gundul olehmanusia-manusia
oenghuni liar itu. Akibatnya beberapa jiwa jadi korban banjir, ratusan rumah
hancur, belum terhitung lagi jumlah ternak dan harta benda yang hilang/musnah.
Segenap lapisan masyarakat, pemerintah dan ABRI bekerja sama untuk membebaskan
para korban daripenderitaan ini.
(2) Perbuatan
lalai, mungkin kurang kontrol terhadapa tangki-tangki penyimpanan gas-gas
beracun dari perusahaan “union carbide” di India. Gas-gas beracun dari tangki
penyimpanan bocor memenuhi dan mengotori daerah sekitarnya, mengakibatkan
ribuan penduduk penghuni daerah itu mati lemas. Dan mengalami cacat. Inilah
penderitaan manusia karena perbuatan lalai dari pekerjaan atau pimpinan
perusahaan itu. Ia bertanggung jawab untuk memulihkan penderitaan manusia disitu.
2.
Penderitaan
Yang Timbul Karena Penyakit, Siksaan / Azab Tuhan
Penderitaan
manusia dapat juga terjadi akibat penyakit atau siksaan/ azab Tuhan. Namun
kesabaran, tawakal, dan optimisme dapat merupakan usaha manusia untuk mengatasi
penderitaan itu. Banyak contoh kasus penderitaan macam ini dialami manusia.
Beberapa kasus penderitaan dpat diungkapkan berikut ini :
(1) Seorang
anak lelaki buta sejak dilahirkan, diasuh dengan tabah oleh oleh orang tuanya.
Ia disekolahkan, kecerdasannya luar biasa. Walaupun ia tidak dapat melihat
dengan mata hatinya terang benderang. Karena kecerdasannya, ia memperoleh
pendidikan sampai di Universitas, dan akhirnya memperoleh gelar Doktor di
Universitas DSarbone perancis. Dia adalah Prof.Dr.Thaha Husen, Guru besar
Universitas di Kairo, Mesir.
(2) Nabi
Ayyub mengalami siksaan Tuhan, Tetapi dengan sabar ia menerim cobaan ini.
Bertahun-tahun ia menderita penyakit kulit, sehingga istrinya bosan
memeliharanya, dan ia dikucilkan. Berkat kesabaran dan pasrah kepada Tuhan,
sembuhlah ia dan tampak lebih muda, sehingga istrinya tidak mengenalinya lagi.
Disini kita dihadapkan kepada masalah sikap hidup kesetiaan, kesabaran,
tawakal, percaya, pasrah, tetapi juga sikap hidup yang lemah, seperti kesetiaan
dan kesabaran sang istri yang luntur, karena penyakit nabi Ayyub yang cukup
lama.
(3) Tenggelamnya
Fir’aun di Laut Merah seperti disebutkan dalam Al-Qur’an adalah azab yang
dijatuhkan Tuhan kepada orang yang angkuh dan sombong. Fir’aun adalah raja
Mesir yang mengaku dirinya Tuhan. Ketika Fir’aun bersama bala tentaranya
mengejar Nabi Musa dan pengikut-pengikutnya menyebrang laut Merah, laut itu
terbelah dan Nabi Musa dan para pengikutnya berlalu. Ketika Fir’aun dan
tentaranya berada tepat di tengah belahan laut Merah itu, seketika itu juga
laut Merah tertutup lagi dan mereka semua tenggelam.
2.7 Pengaruh
Penderitaan
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan
memperoleh pengaruh bermacam – macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul
dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya
penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri.
Sikap ini diungkapkan dalam peribahasa “sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian
tak berguna”, “nasi sudah menjadi bubur”. Kelanjutan dari sikap negatif ini
dapat timbul sikap anti, misalnya anti kawin atau tidak mau kawin, tidak punya
gairah hidup.
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Penderitaan berasal dari kata derita yang artinya menanggung atau merasakan sesuatu
yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu ada yang fisik dan ada yang psikis.
Penderitaan fisik dapat dihadapi dengan cara medis untuk mengurangi atau
menyembuhkannya. Siksaan atau penyiksaan merupakan
penderitaan
psikis penyembuhannya terletak pada kemampuan penderita menyelesaikan
persoalan-persoalan psikis. Segala tindakan yang menyebabkan penderitaan, baik secara
fisik maupun psikologis, yang dengan sengaja dilakukkan terhadap seseorang dengan
tujuan intimidasi, balas
dendam, hukuman, sadisme, pemaksaan informasi, atau mendapatkan pengakuan palsu
untuk propaganda atau tujuan politik. Mental ialah hal-hal
yang berada dalam diri seseorang atau individu yang terkait dengan psikis atau
kejiwaan yang dapat mendorong terjadinya tingkah laku dan membentuk kepribadian. Kemajuan teknologi dan sebagainya
menyejahterakan manusia dan sebagian lainnya membuat manusia menderita. Penderitaan muncul akibat perbuatan buruk manusia
dan penyakit, siksaan, atau azab dari tuhan.
Pada
hakekatnya penderitaan dan manusia itu berdampingan bahkan penderitaan itu
selalu ada pada setiap manusia karena penderitaan merupakain rangkaian dari
kehidupan. Banyak hikmah dan pelajaran yang dapat diambil dari penderitaan.
Tidak semua penderitaan yang dialami oleh seseorang membawa pengaruh buruk bagi
orang yang mengalaminya. Melainkan dengan penderitaan kita dapat mengetahui
kesalahan apa yang telah kita perbuat atau sebagai media untuk menginstropeksi
diri. Agar manusia tidak mengalami penderitaan yang berat untuk itu manusia
harus bisa menjaga sikap dan perilaku baik kepada sesama manusia, alam sekitar,
maupun kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena dengan kita menjaga sikap dan
perilaku antar sesama manusia, alam sekitar, dan Tuhan Yang Maha Esa, kita akan
hidup dengan nyaman dan tentram tidak ada gangguan dari siapapun.
3.2 Saran
Untuk lebih mudah menerima segala
kesedihan dan penderitaan hidup kita harus lebih mendekatkan diri kepada Tuhan
berserah diri dan menerima segala sesuatu yang ada dengan syukur selalu. Karena
dalam masalah yang ada pasti ada makna yang tersembunyi didalamnya sehingga
kita harus membuatnya menjadi pengalaman hidup, karena pengalaman hidup adalah
huru yang terbaik. Penderitaan juga harus dijadikan sebagai hikmah dan ujian
untuk menaikan tingkat derajat manusia itu sendiri.
DAFTAR PUSTAKA
http://zaysscremeemo.blogspot.co.id/2012/03/pengertian-siksaan.html
Komentar
Posting Komentar